oleh

PT. Sinar Mas Sejahtera, tutup jalan Transmigrasi

Berita Jejakkasusnews.co.id

Kemarahan warga Desa Tanjung Kupang,  Desa Mekarjaya dan sekitarnya tidak terbendung, perdebatan antara warga dengan satpam perusahaan dengan didukung anggota Kepolisian dan TNI yang bersenjata laras panjang cukup membuat ketegangan bagi yang menyaksikan termasuk Tim JKN yang tengah melakukan investigasi di tkp.

Warga yang langsung dipimpin oleh Kepala Desa Tanjung Kupang ; Kurini dan Kepala Desa Transmigrasi Mekarjaya ; Bambang, meminta kepada pihak perusahaan dan petugas keamanan agar diizinkan melalui jalan yang dibangun tahun 1982 oleh Pemerintah  melalui dana APBN sebagai akses menuju desa Transmigrasi Mekarjaya, tetapi tetap tidak diizinkan oleh pihak perusahaan.

Ramli ; Ketua Tim Investigasi JKN, mencoba untuk menenangkan warga dengan memberikan pengertian kepada pihak perusahaan, agar mengizinkan siapapun yang ingin melintas dijalan ini, karena ; jalan ini adalah jalan umum yang dibangun oleh Pemerintah untuk masyarakat sebagai akses menuju Desa Transmigrasi Mekarjaya, bukan jalan milik perusahaan.

Akhirnya pihak perusahaan mengizinkan warga melintas termasuk wartawan yang sedang meliput, dengan catatan tidak boleh menggunakan kendaraan. Sa’at ditanya Tim JKN mengapa tidak boleh menggunakan kendaraan, dijawab oleh Kepala Satpam Pak Heru yang mengaku sebagai mantan Tantara Kopasus, kami hanya menjalankan perintah pimpinan sesuai SOP katanya, kemudian Tim JKN kembali bertanya ; mengapa jembatan dibongkar, jalan diportal, inikan jalan negara Pak, kenapa ditutup !! Mantan Kopasuspun kembali menjawab, kalau soal itu silakan tanyakan pimpinan, katanya.

Menurut warga dan Kepala Desa bahwa, lahan dan kebun sawit ini milik mereka, bahkan diantaranya merupakan kebun plasma, tetapi sampai sekarang tidak diserahkan kepada warga dan terus dipanen oleh pihak perusahaan puluhan tahun dan warga tidak mendapatkan apa2. Ratusan hektar kebun plasma sebagai bentuk kerjasama antara warga dengan Perusahaan tidak pernah direalisasikan, dan diduga ada kongkalingkong antara oknum pejabat dengan pihak perusahaan.

Saat ditanyakan JKN kepada Camat Kikim Barat ;  Satya Sumanto yang dulu pernah menjabat Ketua KUD plasma Mekarjaya mengatakan siap membantu warga, walau kenyataannya, sampai sa’at warga tidak menerima hasil dari Koperasi maupun plasma. (TIM)

 

Komentar

News Feed