oleh

PENGEBORAN MINYAK MENTAH ILEGAL DI ACEH TIMUR TERBAKAR, MENIMBULKAN KORBAN JIWA

-Tak Berkategori-59 views

ACEH TIMUR -JKN, Kamis, 26/04/2018. Pengeboran minyak mentah milik warga di Desa Diranto Panjang Perlak Kabupaten Aceh Timur terkabar, Rabu (25/4/2018) sekira pukul 04.00 WIB. Hingga saat ini kobaran api masih belum bisa dikuasai petugas.

 

Kapusdatin Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, kejadian tersebut bermula pada pukul 00.00 WIB sumur bor minyak bertempat di Jl. Pendidikan Dusun Kamar Dingin Ds. Pasir Puteh Kec. Rantau Peureulak Kab. Atim yang diperkirakan kedalaman pengeboran sekitar – + 250 Meter di dalam bumi mengalami kelebihan produksi hasil minyak mentah. 

“Akibat kelebihan produksi (nembak minyak) tersebut banyak masyarakat yang melakukan pengumpulan minyak disekitar sumur bor tersebut untuk dikumpulkan ke dalam drum (tempat penampungan minyak dan pukul 01.30 WIB tiba-tiba muncul percikan api disekitar lokasi sumur bor tersebut. Seketika langsung menyambar di seputaran lokasi pengeboran dan penampungan minyak,” terang Sutopo.

Semburan api yang besar mengakibatkan puluhan orang yang berada disekitar lokasi mengalami kebakaran dan diperkirakan korban tidak sempat menyelamatkan diri pada saat kejadian. 

“Pada 02.30 WIB 2 (dua) unit mobil pemadam kebakaran dari wilayah Peureulak tiba dilokasi kejadian membantu untuk memadamkan semburan api. Namun hingga saat ini api belum berhasil dipadamkan,” lanjut Sutopo.

Korban sebagian sudah dibawa ke rumah sakit Abdul Azis Perlak  dan rumah sakit Jubir Mahmud Idi Aceh timur.

“Jumlah korban terus bertambah. 19 tewas, 40 luka, 5 rumah terbakar akibat kebakaran sumur minyak ilegal di Aceh Timur. Tinggi semburan api mencapai 75 meter. 4 damkar dikerahkan. Masyarakat dilarang mendekat. Api belum berhasil dipadamkan,” pungkas Sutopo.

Kobaran api dari sumur pengeboran ilegal yang berada di tanah milik pertamina itu belum bisa dijinakan. Hal ini dikarenakan minyak terus menyembur dari sumur yang membuat semakin tinggi kobaran api. ( 001- RATU)

Komentar