oleh

PAPAN INFORMASI PROYEK PISEW BAGAIKAN Di PIMPONG.

MAJALENGKA, JKN – Kementerian PUPR melalui Badan Kerja Antar Desa (BKAD) telah mengalokasikan anggaran proyek padat karya tahun 2018 yakni salah satunya berupa proyek Pengembangan Infrastruktur Sosial dan Ekonomi Wilayah (PISEW). Proyek PISEW tersebut kini sedang digelar di dua Desa yakni, Desa Lame dan Desa Parakan Kecamatan Leuwimunding berupa TPT, drainase dan jalan.

Proyek yang digelar menggunakan biaya anggaran lebih dari setengah milyar tersebut akan tetapi, saat tim media meninjau untuk kontrol sosial di lokasi proyek yang konon sudah digelar hampir 1 minggu tak terlihat adanya papan informasi proyek terpasang. 30/7/2018. Salah seorang perangkat Desa sekaligus sebagai Kepala Dusun (kadus) di Desa Lame yang mengaku perwakilan dari Desanya bernama Dian, kebetulan pagi itu sedang mengawasi proyek tersebut dan saat ditanya tim media perihal papan informasi proyek mengatakan, papan proyek belum dipasang Pak, di bawa sama Sekdes Parakan dan Sekdes Tanjungsari dengan alasan mau diperbaiki dulu karena ada kesalahan atau sebaiknya Bapak tanya saja langsung ke Ketua BKAD nya H. Abudin, “kata Dian.

Tanpa pikir panjang tim media kemudian
langsung menghubungi H. Abudin via handphone dan saat konfirmasi via handphone, menurut H. Abudin pengerjaan proyek sudah kami tempuh sesuai prosedur dan mengenai papan proyek sudah ada namun belum dipasang, silahkan bapak tanya ke Sekdes Parakan atau Sekdes Tanjungsari saja, “kata H. Abudin berbincang via handpone.

Usai menghubungi H. Abudin kemudian kami menuju Balai Desa Parakan untuk menemui sekretaris
Desa dan sesampainya di Desa, tim media menemui sekdes dan memperkenalkan diri masing-masing terlebih dahulu, dan setelah itu tim media langsung konfirmasi perihal papan informasi proyek PISEW tersebut. Sekdes menjelaskan, papan proyek memang saya pernah menerimanya dan sudah saya cetak, setelah di cetak kemudian papan informasi proyek saya kasikan ke Sekdes Tanjungsari dan mengenai anggaran biaya, volume, lama pengerjaan dan lain-lain yang tercantum dalam papan informasi proyek saya tidak hafal pak, coba bapak tanya ke sekdes Tanjungsari saja, karena di wilayah kecamatan Leuwunding Sekdes Tanjungsari sebagai Sekretaris BKAD pak, “ungkap Sekdes Parakan.

Tim mediapun menuju kantor balai desa Tanjungsari untuk menemui Sekdes Nanang, Setelah kami bertemu dan memperkenalkan diri, kami langsung konfirmasi perihal papan proyek. Menurut Nanang, memang saya pernah menerima papan informasi proyek tersebut pak, tapi sudah saya serahkan lagi ke orang lapangan pak, kalau tidak salah ke Ketua RW yang ada di desa Lame pak, namanya saya tidak tahu pak, katanya sih papan informasi proyek mau dibingkai dulu dan kemarin ada intruksi dari fasilitator katanya papan informasi proyek harus dipasang di Desa dulu, alasannya saya tidak tahu pak. Mengenai anggaran yang tercantum di papan informasi proyek kalau tidak salah 600 juta yang dianggarkan untuk pengerjaan jalan sepanjang 1.332 M, drainase 273 M, TPT 297 M dan mengenai lama pengerjaan saya tidak tahu, perihal adanya kesalahan papan informasi proyek yang telah diutarakan melalui kadus Dian itu perlu diklarifikasi, maksudnya bukan kesalahan tetapi papan proyek tersebut mau di bingkai terlebih dahulu pake kayu, “jelas Nanang. Usai menemui Sekdes Tanjungsari.

Tim media kembali balik arah menuju desa Lame untuk mencari papan informasi proyek yang bagaikan bola pimpong tersebut, namun hingga berita ini dimuat, pemegang papan informasi proyek yang menurut Nanang ada di salah satu ketua RW desa Lame belum bisa ditemui. (yana)









Komentar

News Feed