oleh

Jalur Kelok 44 Ditutup Sementara, Dan Akhirnya Dibangun Jembatan Darurat

Berita Sidikkasus.co.id.

Agam _ Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sumatera Barat, akhirnya membangun jembatan darurat di ruas jalan kelok 44 tepatnya di- kelok 10 yang terban beberapa hari lalu. Dimana pembangunan tersebut telah dimulai pada hari selasa (4/8/2020).

Pembangunan jembatan darurat dari batang kelapa ini, agar kendaraan roda empat kembali bisa melewati ruas jalan provinsi tersebut, yang sejak beberapa hari lalu dialihkan ke jalur lain.

Dengan begitu, jalur Maninjau-Bukittinggi ditutup total hingga jembatan darurat selesai dibangun.

Kepala DPUTR Agam, Hamdi menyebutkan, pengerjaan sudah mulai dilakukan pihak DPUPR Sumbar. Dan sesuai informasi, bahwa ditargetkan selesai tiga hingga empat hari ke depan. Tetapi semua tergantung cuaca karena sangat berpengaruh untuk kelancaran pengerjaan.

“Di samping cuaca, untuk kelancaran pengerjaan ruas jalan itu untuk sementara ditutup total demi keselamatan pekerja maupun pengguna jalan,” ujarnya.

Sejak tadi pagi, Satlantas Polres Agam bersama Polsek Tanjung Raya sudah menutup jalan itu, agar pengendara tidak melintasi jalur Maninjau-Bukittinggi via kelok 44.

Dikatakan Hamdi, sebelumnya di kelok 10 bakal dipasang jembatan darurat, tetapi tidak jadi dilakukan akibat persediaan tidak mencukupi.

Menurutnya, setelah jembatan darurat selesai dikerjakan, dilanjutkan pemasangan dam penahan tebing dari beton dengan panjang 30 meter dan kedalaman sekitar 10 meter.

“Pengerjaan ini membutuhkan waktu cukup lama,” ujarnya namun tetap bisa selesai secepat dengan lebih baik.

Kapolsek Tanjung Raya, AKP Yudi Partanto menghimbau masyarakat untuk memaklumi penutupan jalan itu, karena untuk kepentingan bersama agar jalan bisa kembali dilewati untuk kita bersama.

“Selama jalan ditutup, kita minta pengendara mencari jalur alternatif lain seperti Palembayan atau Padang Pariaman demi keselamatan kita semua,” jelasnya. (Anto).

Komentar

News Feed