oleh

Jalan Kabupaten Jauh Dari Kata Wajar

Berita Jejakkasusnews.co.id

LAHAT – Jalan yang dibangun tahun 1982 oleh Pemerintah melalui dana APBN sebagai akses menuju desa Transmigrasi Mekarjaya, jauh dari kata wajar.2/9/2019

Pak Amir salah satu warga Mekarjaya, mengeluhkan hal tersebut, karena sampai saat ini pemerataan pembagunan belom kami rasakan, terutama bagi masyarakat Mekarjaya, yang sampai saat ini masih memimpikan jalan Aspal seperti dqesa” lainya,
Di mana letak sila ke lima dalam pacasila, Keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonisia, kami yang merasakan di sini, bagaimana susahya dalam menjalani hidup, di mana adilnya, ladang kami di rampas perusahaan, listrik belum ada dari sejak 1982 sampai sekarang kami belum merasa adil, Kenapa kami di perlakukan seperti ini,???
Di mana pemerintah, Terutama pemerintah daerah, khususnya Pemkab Lahat.

Masih kata Amir, transmigrasi adalah salah satu program pemerintah yang selain untuk pemerataan penduduk juga bertujuan untuk kemajuan serta kemakmuran daerah tempat tujuan transmigrasi. Sehingga transmigrasi dalam satu periode pemerintahan di negeri ini pernah begitu didorong dan digalakkan.

Sementara Bambang kepala Desa Mekarjaya, menanggapi kita akan mulai bangun desa ini melalui dana desa seperti sekarang kita lagi bagun sumur bor guna untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi Masyarakat Mekarjaya, setelah di tanya sama Team media JKN Apa program selanjutnya untuk Desa Mekarjaya ini, kades hanya Diam dan Menganguk” tanpa bicara.

Dari keterangan berbeda Harun Salah satu warga yang di temui tim investigasi media JKN menjelaskan, Kami memang tertinggal dari segi Apapun, jalan, listrik dan juga Air bersih, itu salah saru peyebab sebagian warga transmigrasi memilih pindah atau menghibahkan pekarangan yang tidak seberapa kepada keluarga maupun orang yang mau.
Kalau masalah lahan, 01 dan 02 Sampai sekarang masih di kuasai PT. SMS (sinar mas sejahtera),

“Masih kata Harun, kami berharap pemerintah secepatnya memperhatikan Kesejahtraan kami, kami sudah capek susah, dan berharap jembatan yang sempat di putus oleh perusahaan di bagun kembali, agar supaya akses menuju desa sebelah, menjadi mudah. Tutup Harun” (alan jkn.net)

Komentar

News Feed