oleh

Homestay Hanya Sediakan Miras Pesanan Pengunjung

Berita Sidik Kasus.co.id

Banyuwangi – Begitu Santer adanya pemberitaan terkait homestay milik salah satu warga yang diduga berdiri ditanah milik Perhutani diwilayah Pantai Pulau Merah yang terletak didusun Pancer desa Sumberagung kecamatan Pesanggaran, serta menyediakan minuman keras kepada pengunjungnya ditanggapi biasa oleh warga setempat.

Karena menurut warga hampir semua homestay yang ada dilingkungan wisata pantai Pulau Merah memang berdiri diatas tanah Perhutani dan juga diketahui menyediakan minuman keras namun hanya untuk tamu yang datang menginap saja tanpa diperjualbelikan secara bebas.

Selain tamu wisatawan baik domestik maupun mancanegara, ternyata banyak juga homestay yang dikontrak oleh para karyawan perusahaan tambang emas Gunung Tumpang Pitu yang memang sangat berdekatan lokasinya.

Bahkan beberapa waktu yang lalu sempat viral, beberapa oknum berseragam mirip seragam perusahaan tambang emas diduga sedang berpesta minuman keras sambil berkaraoke dengan beberapa perempuan muda disalahsatu warung makan yang berada dipantai Pulau Merah.

Menurut Rakih selaku ketua Pokmas Wisata Pulau Merah, sebenarnya keberadaan homestay adalah sebagai penyangga serta juga pendukung wisata dan itupun sesuai penyampaian bupati Banyuwangi yang mengatakan jika di pulau merah hanya boleh didirikan homestay saja.

“Pak bupati dulu pernah menyampaikan, jika di Pulau Merah memang diperbolehkan mendirikan homestay, kalau masalah legalitas status tanah dimana homestay-homestay itu berdiri saya juga sangat paham karena dari awal saya ikuti prosesnya, sedangkan terkait miras jika mau ditertibkan ya harus semua tidak bisa tebang pilih ”, papar Rakih saat dikonfirmasi pada hari Jumat (7/2/2020) melalui saluran ponselnya.

Rakih juga menambahkan, semestinya semua homestay yang berada dilingkungan wisata pantai Pulau Merah bisa bersinergi dan bekerjasama dengan Pokmas pengelola wisata demi kenyamanan dan kemajuan wisata pantai Pulau Merah kedepannya.

Begitu pula saat salahsatu warga pulau merah yang namanya enggan disebutkan dimintai berkomentar mengaku jika sudah bukan rahasia lagi jika para pemilik homestay banyak yang menyediakan minuman keras namun memang hanya khusus disediakan bagi para tamunya saja.

Lebih lanjut dia juga mengatakan bahwa ada beberapa homestay yang dikontrak oleh karyawan perusahaan tambang emas.

“Disini memang ada beberapa homestay yang dikontrak oleh karyawan perusahaan tambang emas dan dari mereka juga ada yang biasa minum minuman keras setelah pulang bekerja, kan ada juga karyawannya yang orang bule, jadi tidak aneh jika ada pemilik homestay yang menyediakan minuman keras namun khusus hanya untuk tamunya saja mas”, Tuturnya.

“Jadi sebenarnya yang mengkonsumsi minuman keras itu selain wisatawan yang berkunjung dan menginap di homestay bisa juga oknum karyawan perusahaan tambang emas yang mengontrak disana itu”, tambahnya.

(TIM)

Komentar

News Feed