oleh

Farah Quinn Jadi Idola Para Ibu Di Festival Bakul 2018

-Tak Berkategori-89 views

BANYUWANGI, JKN – Kamis,12/4/2018.
Pagelaran aneka cipta rasa makanan khas daerah Banyuwangi, diselenggarakan dalam acara festival bakul dan art week banyuwangi yang di gelar diarea taman Blambangan Banyuwangi.

Pada semarak acara kuliner tersebut dihadiri oleh beberapa kepala daerah yaitu dari Wali kota Bukit Tinggi, Serang, PLT Bupati Sulawesi Selatan dan Ketua DPRD Tulungaggung, serta UMKM provinsi jatim.

Sebagai wanita unggulan untuk memasak, Farah Quinn yang menjadi idola para ibu ibu juga sebagai juri untuk rasa masakan ayam kesrut difestival bakul di Banyuwangi. 

Farah mengatakan pada awak media kalau masakan khas Banyuwangi banyak dieksplore dan diharapkan tahun depan produk-produk pertanian ditampilkan dalam acara festival kuliner

“Banyuwangi salah satu Kabupaten yang patut dicontoh oleh daerah lain karena saya suka dengan program smart kampung, kuliner disini juga banyak yang sudah dieksplore, masakan khas Banyuwangi sudah beberapa saya rasakan dan saya berharap untuk acara tahun depan ada stand produk-produk pertanian yang patut dibanggakan sehingga para petani bisa menanam produknya lebih baik” ungkapnya dengan senyum.

Kepala Daerah Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, memaparkan bahwa acara festival ini bertujuan untuk meningkatkan kuwalitas kuliner masakan daerah Banyuwangi juga bisa menjadikan sarana pra sarana lebih bagus yang membuat para wisatawan lebih nyaman.

“Acara ini bisa lebih meningkatkan kuwalitas kuliner Banyuwangi sehingga para ibu atau mbok-mbok lebih meningkatkan sarana pra sarana dengan menyediakan tempat lebih bagus, bersih, sehat, dan nyaman didatangi wisatawan,” terangnya sebelum acara makan siang bersama.

Anas kembali menuturkan, dengan menghadirkan Farah Quinn sebagai ratu masak ini, dapat merasakan dan mempromosikan jenis-jenis kuliner khas masakan daerah Banyuwangi. Karena sinergi kuliner adalah diplomasi tanpa batas, misalnya diplomasi ayam kesrut dan rujak soto.

“Sinergi kuliner ini diplomasi tanpa batas, seperti masakan daerah yaitu ayam kesrut dan rujak soto sehingga siapapun bisa merasakan, dan hari ini pencapaiannya cukup sukses dengan kuliner sebagai diplomasi pariwisata” pungkasnya.

(Edi)

Komentar