oleh

Ditipu Mau Masuk Kerja di RS Bunda Jakabaring

Poto: Korban Lapor Polisi

PALEMBANG – Merasa sedih dan galau? Pasalnya keinginan Rofiko, (24), untuk meniti karir di dunia kesehatan pada RS Bunda Jakabaring Palembang terpaksa harus tertunda..

Karena gagal mendapatkan pekerjaan dengan cara singkat. Sebab telah menjadi korban penipuan oleh oknum yang mengaku pegawai RS Bunda Jakabaring.

Buktinya, Dian Miranti, oknum yang menjanjikan pekerjaan terhadap Rofiko di Rumah Sakit Bunda Jakabaring Palembang. Ternyata tidak cuma Rofiko, total ada 64 korban yang menjadi korban penipuan termakan bujuk rayu yang dijanjikan bisa bekerja di RS Bunda Jakabaring Palembang. Bahkan sejumlah job penempatan ditawarkan oleh pelaku, mulai dari perawat sampai administrasi.

Menurut Rofiko, remaja asal Jalan H. Benyamin, Dusun V Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir (OI), demi untuk mendapat pekerjaan dia rela memberikan uang Rp 5 juta pada 8 Juli 2018 kepada Dian Miranti.

Dengan uang itu, dia dijanjikan akan mendapat bekerja di Rumah Sakit Bunda Jakabaring Palembang.
Celakanya, dua tahun sudah berlalu, justru tak kunjung mendapatkan pekerjaan seperti yang telah dijanjikan oleh pelaku. Tidak hanya itu, ternyata uang yang diminta oleh pelaku hingga hari ini tidak kunjung dikembalikan.

“Saya kenal dengan Dian Miranti dari bibi Ana. Dia menjanjikan kepada saya bisa masuk kerja di Rumah Sakit Bunda Jakabaring. Tidak saya sendiri, ada banyak korban lain juga, termasuk empat teman saya,” ujar Rofiko, bersama empat orang temannya yang turut menjadi korban penipuan, saat melapor ke SPKT Polrestabes Palembang, Sabtu (7/3).

Meski demikian, namun dia mengaku bahwa komunikasi antara dia dan pelaku masih terjalin. Karena, pelaku tidak bisa memberi kepastian terkait janji yang pernah dia ucapkan, termasuk pengembalian uang.

“Sampai sekarang tidak ada kejelasan. Dia janji Maret 2020, tapi belum ada kepastian dan uang kami tidak dikembalikan,” bebernya.

Pengakuan sama pun diungkapkan para korban lainnya, Miftahul Hasanah, (24), remaja Rumah Susun Blok 19 Lantai 2 Kelurahan 24 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil Palembang. Dia mengaku menderita kerugian Rp4,5 juta karena dijanjikan pekerjaan di RS Bunda Jakabaring.

“Saya sudah memberikan uang sesuai yang dia minta Rp 4,5 juta pada 9 Juli 2018 di rumah bibi Ana di Jalan Way Hitam Kelurahan Lorok Pakjo Kecamatan Ilir Barat I Palembang. Tapi sampai sekarang saya tidak mendapat kejelasan,” tuturnya.

Sama halnya dengan Rofiko dan Miftahul, Dian Hidayat, (29), remaja Dusun II Limbang Jaya II, Kecamatan Tanjung Barat Kabupaten OI, ini malah mengaku dijanjikan masuk kerja sejak Juni 2018. Dia menyerahkan uang Rp 5 juta, sama seperti Rofiko. “Saya kaget, ternyata bukan cuma saya yang menjadi korban,” ujarnya.

Atas kasus penipuan ini, median ini melakukan crosscheck ke kantor pusat RS Bunda di Jalan Demang Lebar Daun Kecamatan Ilir Barat I Palembang.
“Setelah dilakukan cek and ricek, ternyata yang bersangkutan sudah lama tidak bekerja lagi disana,”.

Berdasarkan informasi yang diterima dari para korban, setidaknya total ada 64 korban yang dijanjikan bisa bekerja di RS Bunda Jakabaring Palembang dengan sejumlah penempatan job.
“Sekarang baru kami berlima melapor ke polisi, sementara yang lain belum ada kepastian,” tutur Rofiko.

Kasat Reskrim Polisi Kota Besar Palembang, AKBP Nuryono, melalui Kepala SPKT, AKP Heri, membenarkan adanya laporan mengenai tindak pidana penipuan dengan jumlah korban penipuan sebanyak 64 orang.

Yang melapor sejauh ini baru lima orang dengan satu pelaku yang sama. Total, kelima orang yang melapor tersebut mengalami kerugian sekitar Rp 23,5 juta. “Laporan dari korban sudah kami terima, segera akan ditindaklanjuti oleh unit Reskrim,” tegasnya.

Sementara, Humas Rumah Sakit Bunda Jakabaring, Ernita, saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa sampai saat ini dia belum menerima laporan dari korban maupun polisi.

“Untuk masalah itu, kita belum dapat pemberitahuan dari polisi mengenai hal adanya korban penipuan oleh oknum yang mengaku bekerja di RS Bunda,” terangnya. (*)
laporan : adeni andriadi

Komentar

News Feed